Company Profile vs Landing Page: Mana yang Anda Butuhkan?
Anda sudah memutuskan bikin website, lalu muncul pertanyaan berikutnya yang tidak kalah membingungkan: yang dibuat itu company profile atau landing page? Dua-duanya website, dua-duanya berisi penjelasan tentang bisnis Anda, dan dari luar tampak mirip.
Bedanya bukan di tampilan, melainkan di tugas yang Anda berikan ke halaman itu. Salah memilih membuat uang keluar untuk sesuatu yang tidak menjawab kebutuhan Anda. Artikel ini menjelaskan bedanya lewat contoh nyata, dan memberi cara menentukan mana yang Anda butuhkan sekarang.
Bedanya seperti toko dan stan pameran
Company profile itu toko Anda. Ada papan nama, etalase, ruang pamer, meja kasir, dan ruang tamu untuk ngobrol. Orang boleh masuk sekadar melihat-lihat, membandingkan, atau memastikan bisnis Anda beneran ada. Tokonya buka terus, sepanjang tahun, untuk siapa saja.
Landing page itu stan pameran. Dibangun untuk satu acara, memajang satu produk unggulan, dengan satu penjaga stan yang tugasnya cuma satu: mengumpulkan kontak orang yang tertarik. Tidak ada ruang pamer, tidak ada ruang tamu, tidak ada pintu ke bagian lain. Setelah acaranya selesai, stannya dibongkar.
Company profile itu toko Anda yang buka sepanjang tahun. Landing page itu stan pameran untuk satu acara.
Company profile: dibuka orang yang sedang menilai Anda
Pengunjung company profile datang dengan pertanyaan "bisnis ini bisa dipercaya tidak?". Biasanya mereka mendengar nama Anda dari kenalan, dari kartu nama, atau menemukannya di Google, lalu ingin memastikan sebelum menghubungi.
Karena itu isinya menyeluruh: profil, layanan, portofolio, testimoni, dan kontak. Pengunjung dibiarkan menjelajah sesuai keingintahuannya, karena setiap orang meyakinkan dirinya lewat jalur yang berbeda. Ada yang langsung ke portofolio, ada yang mengecek alamat kantor dulu.
Company profile juga aset jangka panjang. Dia bekerja diam-diam bertahun-tahun, muncul tiap kali nama bisnis Anda dicari, tanpa perlu Anda sentuh lagi.
Landing page: dibuka orang yang baru saja klik iklan
Pengunjung landing page datang dari satu sumber yang Anda tentukan, biasanya iklan berbayar, dan mereka belum kenal Anda sama sekali. Perhatian mereka pendek, jadi halaman ini punya satu pekerjaan: mengubah klik itu jadi kontak, sebelum mereka pergi.
Karena itu bentuknya justru sengaja dibatasi. Tidak ada menu di atas, tidak ada link ke halaman lain, tidak ada blog. Semua pintu ditutup kecuali satu, yaitu tombol aksinya. Ini terdengar tidak ramah, tapi memang itu maksudnya. Tiap pilihan tambahan adalah kesempatan pengunjung teralihkan lalu hilang.
Landing page juga berumur pendek dan selalu berpasangan dengan biaya iklan. Tanpa iklan yang mengalirkan orang ke sana, halaman ini tidak akan didatangi siapa pun, karena dia memang tidak dirancang untuk ditemukan lewat Google.
Konsekuensi lain yang jarang disadari: landing page menuntut Anda punya penawaran yang benar-benar spesifik. "Jasa desain interior" terlalu luas untuk satu halaman. "Desain interior apartemen studio, selesai 3 minggu" baru punya cukup fokus untuk membuat orang mengisi kontak. Kalau penawaran Anda belum setajam itu, landing page akan terasa kosong.
Cara menentukan mana yang Anda butuhkan
Jawab satu pertanyaan ini: dari mana pengunjung Anda akan datang? Kalau jawabannya "orang yang mencari nama bisnis saya, atau yang saya kasih kartu nama", Anda butuh company profile. Kalau jawabannya "orang yang saya bayar iklannya untuk datang ke satu penawaran spesifik", Anda butuh landing page.
Kalau Anda belum punya anggaran iklan sama sekali, jawabannya hampir pasti company profile. Landing page tanpa iklan itu seperti stan pameran yang didirikan di tengah kebun: rapi, tapi tidak ada yang lewat.
Tanda Anda butuh landing page terpisah
- Anda sedang atau akan memasang iklan berbayar ke satu produk atau promo tertentu.
- Anda ingin mengukur dengan jelas berapa biaya iklan yang keluar untuk mendapat satu calon pembeli.
- Penawaran Anda musiman dan tidak cocok dipajang permanen di website utama, misalnya promo lebaran.
- Anda ingin menguji dua versi penawaran untuk melihat mana yang lebih banyak menghasilkan kontak.
Banyak bisnis akhirnya butuh keduanya
Urutannya hampir selalu sama: company profile dulu sebagai rumah, baru landing page menyusul saat mulai beriklan. Keduanya juga saling menopang. Orang yang klik iklan Anda dan ragu-ragu sering mencari nama bisnis Anda di Google untuk memastikan, dan di situlah company profile menyelamatkan penjualannya.
Kalau Anda belum yakin masuk kategori mana, ceritakan saja rencana Anda ke tim ModernWeb lewat WhatsApp. Company profile 3 halaman mulai Rp 1.499.000 dengan pengerjaan sekitar 5 hari. Kalau ternyata yang Anda butuhkan cuma landing page, kami akan bilang apa adanya. Konsultasinya gratis.
- Apakah landing page bisa jadi bagian dari company profile?
- Bisa, dan itu praktik yang umum. Landing page dibuat sebagai halaman terpisah di domain yang sama, tanpa menu navigasi, khusus untuk menerima pengunjung dari iklan. Website utama Anda tetap berjalan seperti biasa.
- Mana yang lebih murah?
- Landing page biasanya lebih murah karena cuma satu halaman. Tapi perbandingannya kurang adil, sebab landing page hampir selalu perlu ditemani biaya iklan yang jalan terus, sedangkan company profile bekerja tanpa biaya tambahan.
- Apakah landing page bagus untuk SEO?
- Umumnya tidak, dan memang bukan itu tujuannya. Isinya sedikit dan fokusnya konversi, bukan menjawab pencarian. Kalau Anda ingin ditemukan lewat Google tanpa membayar iklan, yang Anda butuhkan company profile berisi konten yang menjawab pertanyaan calon pelanggan.
- Berapa lama landing page biasanya dipakai?
- Selama kampanyenya berjalan, bisa beberapa minggu sampai beberapa bulan. Setelah promonya berakhir, halaman itu biasanya dimatikan atau diarahkan ke halaman lain supaya pengunjung tidak menemukan penawaran yang sudah kedaluwarsa.
Tinggalkan Komentar
Punya pertanyaan atau tanggapan soal artikel ini? Tulis di sini, pesan Anda langsung masuk ke WhatsApp tim kami.