Apa Itu Domain dan Hosting? Panduan untuk Pemilik Bisnis
Biasanya kebingungan ini datang di satu momen yang sama: setahun setelah website jadi, masuk tagihan bertuliskan "perpanjangan domain dan hosting". Anda merasa sudah membayar lunas tahun lalu, dan sekarang muncul tagihan lagi untuk dua hal yang namanya pun tidak Anda pahami.
Tenang, ini tidak serumit kelihatannya, dan Anda tidak sedang ditipu. Artikel ini menjelaskan keduanya dengan bahasa manusia, kenapa bayarnya tiap tahun, cara memilih nama yang benar, dan satu hal yang paling sering merugikan pemilik bisnis tapi jarang diberitahukan.
Domain itu alamat, hosting itu tanah dan bangunannya
Anggap website Anda sebuah toko fisik. Hosting adalah tanah dan bangunannya: tempat semua barang dagangan, rak, dan isi toko Anda benar-benar berada secara fisik. Di dunia digital, "barang" itu adalah file website Anda, yaitu halaman, gambar, dan datanya, yang disimpan di komputer khusus bernama server yang menyala 24 jam.
Domain adalah alamat tokonya, misalnya bisnisanda.com. Fungsinya persis seperti alamat rumah: memberi tahu orang harus ke mana. Tanpa alamat, toko Anda tetap ada, cuma tidak ada yang bisa menemukannya kecuali hafal koordinatnya.
Hosting itu tanah dan bangunan tokonya. Domain itu alamat yang membuat orang bisa menemukannya.
Karena keduanya beda barang, keduanya juga bisa dibeli di tempat berbeda dan dipindah sendiri-sendiri. Anda bisa pindah hosting tanpa mengganti alamat, sama seperti memindahkan isi toko ke bangunan baru sambil mempertahankan nama jalan. Sebaliknya, alamat bisa diganti tanpa memindahkan barangnya.
Kenapa harus bayar tiap tahun?
Karena dua-duanya sewa, bukan beli putus. Domain disewa dari lembaga pencatat nama di internet, dan selama Anda memperpanjang, nama itu tidak bisa diambil siapa pun. Hosting disewa karena servernya perlu listrik, perawatan, dan koneksi internet yang menyala terus.
Yang perlu Anda ingat: kalau domain telat diperpanjang, nama itu bisa dilepas ke publik dan diambil orang lain, termasuk pesaing Anda. Ini terdengar ekstrem tapi benar-benar terjadi. Pasang pengingat di kalender, atau nyalakan perpanjangan otomatis.
Cara memilih nama domain
Nama domain itu ibarat nama jalan toko Anda, dan mengubahnya nanti itu mahal karena semua kartu nama, spanduk, dan link yang sudah tersebar ikut jadi salah. Jadi pikirkan sekali di depan:
- Sependek mungkin dan gampang dieja lewat telepon. Kalau Anda harus mengeja huruf per huruf, namanya terlalu rumit.
- Hindari tanda hubung dan angka. "toko-kue-2" gampang salah ketik dan terkesan kurang meyakinkan.
- Pakai nama brand Anda, bukan deretan kata kunci. "jasabikinwebsitemurahbandung" tidak membuat Anda naik peringkat, cuma bikin susah diingat.
- Cek dulu apakah namanya bentrok dengan merek yang sudah ada, supaya tidak bermasalah di kemudian hari.
Pilih .com atau .id?
Kalau target pasar Anda orang Indonesia, .com dan .id sama bagusnya, dan Google tidak memihak salah satunya. Bedanya lebih ke rasa: .id terasa jelas lokal dan biasanya masih banyak nama bagus yang tersedia, sementara .com paling dikenal orang dan jadi tebakan default saat orang mengetik langsung di browser. Kalau nama .com Anda sudah diambil orang, .id adalah pilihan yang sepenuhnya masuk akal.
Hosting yang bagus itu yang bagaimana?
Untuk website profil bisnis biasa, Anda tidak butuh hosting mahal. Yang benar-benar berpengaruh cuma tiga: lokasi servernya sebaiknya dekat dengan pengunjung Anda, uptime-nya tinggi (artinya jarang mati), dan ada backup otomatis. Sisanya, angka-angka besar yang dipajang di halaman penjualan hosting, jarang terasa bedanya untuk website sekelas ini.
Yang lebih sering bikin website lambat justru bukan hostingnya, melainkan gambar yang tidak dikompres. Foto 4 MB langsung dari kamera ponsel akan terasa berat di hosting semahal apa pun.
Ini yang paling penting: akunnya harus atas nama Anda
Banyak pemilik bisnis menyerahkan pembelian domain dan hosting sepenuhnya ke vendor, lalu tidak pernah menerima akunnya. Kelihatannya praktis, sampai suatu hari Anda ingin ganti vendor, atau vendornya menghilang, dan ternyata alamat toko Anda terdaftar atas nama orang lain.
Posisinya jadi seperti menyewa ruko tapi sertifikatnya atas nama makelar. Anda kehilangan hak untuk pindah. Jadi pastikan satu hal ini sejak awal: domain terdaftar atas nama atau email Anda, dan Anda memegang akses ke akunnya, meskipun sehari-hari yang mengurus tetap vendor.
Di ModernWeb, semua paket sudah termasuk hosting dan domain, dan akunnya kami serahkan atas nama Anda saat serah terima, lengkap dengan cara memperpanjangnya. Kalau suatu hari Anda ingin pindah, tidak ada yang menahan. Mau tanya-tanya dulu soal nama domain yang cocok untuk bisnis Anda? Silakan chat, gratis.
- Berapa biaya domain dan hosting per tahun?
- Domain .com atau .id umumnya ratusan ribu per tahun, dan hosting untuk website profil bisnis biasanya juga di kisaran ratusan ribu sampai jutaan per tahun tergantung kapasitasnya. Di paket ModernWeb, keduanya sudah termasuk sehingga Anda tidak perlu membelinya terpisah.
- Kalau saya ganti vendor website, apakah domain saya ikut hilang?
- Tidak, selama domainnya terdaftar atas nama Anda. Domain bisa dipindahkan ke penyedia lain tanpa mengganti nama. Yang bermasalah adalah kalau domain didaftarkan atas nama vendor, karena kepindahannya jadi bergantung pada kerelaan mereka.
- Apakah saya bisa punya email seperti halo@bisnisanda.com?
- Bisa, dan itu memang salah satu keuntungan punya domain sendiri. Email dengan domain sendiri terlihat jauh lebih meyakinkan di mata calon klien dibanding alamat Gmail biasa.
- Apa yang terjadi kalau hosting saya habis dan tidak diperpanjang?
- Website Anda berhenti bisa dibuka, dan setelah masa tenggang tertentu datanya bisa dihapus. Bedanya dengan domain: nama domain yang hangus bisa diambil orang lain, sedangkan hosting yang hangus "cuma" menghilangkan isinya, itu pun kalau Anda tidak punya backup.
Tinggalkan Komentar
Punya pertanyaan atau tanggapan soal artikel ini? Tulis di sini, pesan Anda langsung masuk ke WhatsApp tim kami.