Kembali ke Blog
Ilustrasi artikel checklist sebelum website live

Checklist Sebelum Website Anda Live

Website Anda sudah jadi dan rasanya sudah tidak sabar mengumumkannya. Tahan sebentar. Sisihkan satu jam untuk memeriksa daftar ini, karena kesan pertama itu tidak bisa diulang, dan pengunjung awal Anda biasanya justru orang-orang terpenting: kenalan, calon klien, dan pelanggan lama yang penasaran.

Yang paling sering ditemukan di menit-menit terakhir bukan bug rumit, melainkan hal sepele yang memalukan: nomor WhatsApp salah satu digit, atau teks contoh yang lupa dihapus. Checklist ini disusun dari kesalahan yang benar-benar sering kami temui saat serah terima.

1. Konten: cari sisa-sisa teks contoh

Selama pembuatan, halaman diisi teks sementara supaya tata letaknya kelihatan. Teks itu punya kebiasaan buruk: bersembunyi di tempat yang jarang dilihat, misalnya di bagian bawah halaman kontak atau di deskripsi produk yang ketiga.

Cara tercepat menemukannya: buka tiap halaman, tekan Ctrl+F, lalu cari kata "lorem", "contoh", "dummy", dan "coming soon". Baca juga tiap halaman sampai bawah sekali saja, karena mata kita cenderung berhenti di tengah.

2. Kontak: jangan cuma dilihat, harus dicoba

Ini bagian yang paling mahal kalau salah, karena artinya semua pengunjung yang tertarik tidak bisa menghubungi Anda dan Anda tidak akan pernah tahu. Melihat nomornya benar itu tidak cukup, karena salah satu digit tidak akan kelihatan.

Jadi benar-benar coba semuanya, dari ponsel Anda sendiri. Klik tombol WhatsApp-nya sampai aplikasi terbuka dan pastikan nomornya milik Anda. Kirim satu email uji ke alamat yang tertera. Isi form kontaknya dengan data palsu dan pastikan pesannya benar-benar masuk, termasuk mengecek folder spam.

Kontak yang salah tidak akan pernah dilaporkan siapa pun. Orangnya cuma pergi, dan Anda mengira website Anda sepi.

3. Tampilan: buka dari ponsel orang lain

Cek di ponsel, tablet, dan laptop. Tapi yang lebih berguna: pinjam ponsel orang lain, terutama yang layarnya lebih kecil atau ponselnya lebih tua dari milik Anda. Website yang lancar di ponsel baru bisa terasa berat di ponsel kelas menengah, dan itu yang dipakai mayoritas pengunjung.

Perhatikan hal yang gampang luput: tombol yang terlalu rapat sehingga salah pencet, teks yang harus diperbesar dulu, dan gambar yang menutupi tulisan.

Satu lagi yang sering terlupa: coba miringkan ponselnya ke posisi mendatar. Sebagian orang membaca sambil rebahan, dan tata letak yang rapi di posisi tegak kadang berantakan begitu layarnya diputar.

4. Kecepatan dan SEO dasar

Jalankan PageSpeed Insights sekali sebelum live. Kalau laporannya menunjuk gambar yang kebesaran, kompres dulu, karena itu perbaikan sekali kerja yang efeknya permanen.

Untuk SEO, pastikan tiap halaman punya title dan description sendiri yang tidak seragam, sitemap sudah dikirim ke Google Search Console, dan kalau bisnis Anda melayani area tertentu, Google Business Profile sudah tertaut ke website. Ini fondasi yang jauh lebih murah dipasang sekarang daripada dibenahi setahun lagi.

5. Yang paling sering terlewat: akses kepemilikan

Ini bukan soal teknis, tapi paling merugikan kalau dilewat, dan biasanya baru terasa dua tahun kemudian saat Anda ingin ganti vendor. Sebelum menganggap proyeknya selesai, pastikan Anda benar-benar memegang kuncinya sendiri:

  • Domain terdaftar atas nama atau email Anda, bukan atas nama vendor, dan Anda bisa masuk ke akunnya.
  • Anda tahu kapan domain dan hosting jatuh tempo, dan sudah memasang pengingatnya di kalender.
  • Akun Google Search Console dan Google Business Profile memakai email Anda, bukan email vendor.
  • Anda punya salinan file website dan tahu di mana backup-nya disimpan.
  • Anda tahu cara menghubungi vendor kalau ada masalah, dan apa saja yang masih tercakup masa maintenance.

Terakhir: minta orang lain yang mencobanya

Anda sudah melihat website ini ratusan kali, dan itu membuat Anda buta terhadap kebingungan yang dialami orang baru. Minta satu orang yang belum pernah melihatnya, sebaiknya yang mirip calon pelanggan Anda, untuk membukanya. Beri satu tugas, misalnya "coba cari tahu berapa harganya lalu hubungi saya".

Lalu diam. Jangan dibantu, jangan dijelaskan. Setiap kali dia ragu atau salah klik, itu adalah masalah nyata yang akan dialami pengunjung Anda nanti, bedanya mereka tidak akan bilang apa-apa.

Di ModernWeb, serah terima selalu melewati checklist ini bersama Anda, termasuk memastikan akun domain dan hosting berpindah atas nama Anda. Kalau Anda punya website yang dibuat pihak lain dan ingin diperiksa dengan daftar yang sama, boleh juga ngobrol dulu lewat WhatsApp, gratis.

Apakah website harus sempurna dulu sebelum live?
Tidak, dan menunggu sempurna justru sering membuat website tidak pernah live. Yang wajib benar sebelum diumumkan cuma yang ada di checklist ini, terutama kontak dan konten. Sisanya bisa disempurnakan sambil jalan.
Sebaiknya live dulu baru diumumkan, atau langsung dua-duanya?
Live dulu, diamkan beberapa hari, dan pakai waktu itu untuk mengecek dari berbagai perangkat sambil meminta beberapa orang mencobanya. Setelah yakin, baru umumkan ke media sosial dan pelanggan.
Apa yang harus dicek setelah website live?
Beberapa hari setelahnya, cek Search Console apakah halaman Anda sudah mulai terbaca Google, dan pastikan tidak ada laporan error. Cek juga apakah pesan dari form kontak benar-benar masuk, karena masalah pengiriman email sering baru muncul setelah domain aktif.
Kalau setelah live ternyata ada yang salah, susah diperbaiki?
Biasanya tidak. Salah ketik, ganti foto, atau perbaiki nomor kontak itu pekerjaan menit-menitan. Yang perlu diperhatikan justru kalau harus mengubah alamat halaman setelah live, karena link lama yang sudah tersebar bisa jadi mati.

Tinggalkan Komentar

Punya pertanyaan atau tanggapan soal artikel ini? Tulis di sini, pesan Anda langsung masuk ke WhatsApp tim kami.